Tips Mengecat

Sebelum menerapkan warna berdasarkan salah satu gaya yang mencitrakan hunian Anda, alangkah baiknya jika Anda mengetahui media yang dapat membantu menciptakannya. Salah satu media praktis untuk menghadirkan warna adalah dengan cara mengecat. Jenis cat sangat bervariasi dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda.

Cat Sebagai Media Praktis Menghadirkan Style di Rumah Anda 

Secara umum, jenis cat terbagi dua, yaitu water-based paints dan solvent-base paint. Karakteristik dari water-based paint antara lain cepat kering, bau yang tidak terlalu menyengat, dan ketajaman warna yang cukup baik. Ketika terdapat sedikit koreksi, warna cat water-based ini dapat diperbaiki dengan menggunakan air. Cat jenis ini juga ramah lingkungan karena hanya sedikit mengandung bahan dasar zat kimia.Tampilan dari cat ini tidak mengkilat atau disebut matt.Sayangnya cat water-based tidak tahan akan noda.

Jenis cat kedua adalah solvent-base paint yang digunakan untuk ruangan dengan daya tahan lebih lama. Cat jenis ini lebih tahan uap air dan kelembaban. Biasanya cat ini diterapkan pada ruangan yang rentan ternoda, seperti: dapur, kamar mandi, dan ruang utilitas. Kelemahan dari cat ini adalah waktu keringnya lebih lama dibandingkan dengan water-based paint dan harus dicairkan maupun dihapus hanya dengan menggunakan pelarut khusus. Karena bahan dasarnya mengandung zat kimia tertentu, tampilan dari jenis cat solvent-base berkesan mengkilat atau disebut glossy.

Teknik Mengecat Ruangan Baru

Banyak orang yang menganggap mengecat rumah sebagai pekerjaan yang mudah. Tidak seperti yang Anda bayangkan, mengecat tembok rumah ternyata ada aturannya.

Aturan ini harus dilaksanakan jika Anda menginginkan hasil pengecatan yang maksimal. Berikut kami berikan beberapa tips dalam mengecat ruangan rumah Anda.

  • Perhatikan jenis cat yang akan anda beli. Eksterior atau Interior. Cat eksterior cenderung lebih mahal karena kadar akrilik yang tinggi sehingga tahan terhadap perubahan cuaca. Demikian juga dengan cat kayu atau cat besi, perhatikan jenisnya. Untuk cat-cat tertentu keringnya cukup lama sehingga sangat beresiko gagal karena tersenggol atau terkena debu.
  • Pilih jenis cat yang kualitasnya sudah jelas. Beberapa cat yang murah sulit diaplikasikan, berdaya tahan rendah dan tidak mampu menutupi permukaan dengan baik.
  • Belilah jumlah cat yang cukup agar hasilnya tidak belang, supaya hasilnya tidak kurang dan akhirnya malah menjadi belang.
  • Simpanlah sisa cat dengan benar, di dalam tempat yang tertutup rapat. Cadangan sisa cat ini dapat digunakan ketika terjadi kerusakan-kerusakan kecil pada warna dinding Anda, misalnya ketika mengelupas.
  • Selalu ratakan dan bersihkan permukaan dinding sebelum mengecat, agar hasil yang didapatkan maksimal dan lebih halus.
  • Gunakan kuas atau roller cat berkualitas baik. Selain hasilnya lebih memuaskan, jangka waktu pemakaiannya juga tahan lama.
  • Bersihkan peralatan cat yang telah anda pakai. Siapa tahu anda akan menggunakannya kembali, jangan ditunda. Jika cat sudah mengering pada alat anda, akan sulit dibersihkan sehingga terkadang anda harus membeli alat yang baru jika ingin mengecat lagi.

Teknik Mengecat Ulang Ruangan

Sebagai pemilik rumah yang peduli akan estetika, tentu Anda akan sering pula mengecat ulang rumah pada waktu occassion tertentu, seperti liburan Lebaran maupun liburan di akhir tahun. Apabila belum mengerti tekniknya, maka hasil yang didapatkan dengan mengecat sendiri akan kurang memuaskan. Untuk itu kami memberikan petunjuk mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengecat ulang rumah Anda.

  1. Untuk permukaan lama, periksa lapisan plamir atau cat lama masih kuat melekat atau tidak. Untuk mengetahuinya, kuaskan air pada permukaan tersebut, tunggu beberapa saat. Jika permukaan tembok tampak gelembung-gelembung, permukaan tembok harus disekrap.
  2. Permukaan yang sudah dicat sebelumnya perlu dibersihkan dulu dengan baik dan hilangkan semua bagian cat yang terkelupas, debu, dan kotoran lainnya sebelum melakukan pengecatan dengan cara diampelas lebih dulu dan lapisi dengan satu lapis cat, biarkan sampai permukaan mengering.
  3. Untuk permukaan tembok luar dengan sisa-sisa cat lama yang terkelupas, debu dan kotoran tidak bisa dibersihkan seluruhnya. Berilah sebuah lapisan plamir sebelum permukaan tersebut dicat dengan cat tembok.
  4. Hilangkan sisa-sisa jamur/lumut/minyak dengan membuang lapisan tersebut sampai bersih, kemudian lapisi plamir.
  5. Jika sebelumnya tembok telah berwarna dan ingin mengganti warna, sebaiknya pilihlah cat tembok yang memiliki daya tutup yang kuat, jika tidak, sebaiknya menggunakan kuas rol atau menutup warna yang lama (terutama warna tua) dengan menggunakan plamir tembok.
  6. Untuk mendapatkan hasil akhir terbaik untuk permukaan tembok baru, beton atau permukaan baru lainnya, berikanlah waktu pengeringan secukupnya sebelum proses pengecatan. Waktu pengeringan untuk menghindari tembok dari lembap yang dapat mempengaruhi cat menjadi berjamur dan rontok.Tembok, sebelum dicat atau diplamir, sebaiknya disiram air sebanyak mungkin dalam beberapa hari.
  7. Sebelum tembok diplamir, lapisi dulu tembok dengan wall sealer guna menetralisasi PH semen agar sesuai dengan PH cat. Dengan wall sealer, cat tidak mudah mengelupas dan warna cat tidak akan berubah dari warna aslinya.

Selamat Mencoba

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s